Akademik

PERATURAN AKADEMIK

 

Pendidikan jenjang Magister merupakan kelanjutan linier Program Sarjana, atau sebagai kombinasi beberapa disiplin ilmu sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan kebutuhan. Lulusan Program Magister harus memiliki kemampuan lebih baik daripada Program Sarjana, terutama dalam hal berdaya cipta sesuai dengan bidang keahliannya, berpola pikir ilmiah secara sistematis dan efisien, serta mampu menyelesaikan masalah dengan pendekatan pola pikir ilmiah yang dapat diandalkan.

 

  1. Persyaratan Peserta

Program Studi Magister Teknik Industri (MTI) dan Program Studi Magister Teknik Lingkungan (MTL) merupakan progran studi antar bidang. Oleh karena itu, peserta PPs – ITATS adalah Sarjana Strata 1 (S-1) atau D-4 terakreditasi dari berbagai bidang ilmu yang relevan. Peserta dapat berasal dari perorangan, instansi pemerintah atau swasta, baik dari lembaga pendidikan, maupun dari badan usaha, konsultan, dan industri.

 

  1. Sistem Seleksi

Setiap calon peserta yang berminat mengikuti Program Studi MTI dan MTL wajib mengikuti ujian seleksi penerimaan calon mahasiswa yang terdiri dari test Bahasa Inggris, test materi bidang, dan wawancara. Calon peserta disyaratkan melampirkan dua surat rekomendasi dari orang yang mengetahui prestasi calon peserta dengan baik. Penerimaan peserta dilakukan dalam tiap semester atau sepanjang tahun. Masa perkuliahan dalam satu angkatan dari tiap semester dibuka saat jumlah peserta minimal mencapai 10 orang

 

  1. Herregistrasi

Untuk peserta yang memenuhi kriteria seleksi, kepadanya diwajibkan melakukan registrasi. Pada setiap awal semester, secara terjadwal setiap peserta lama diwajibkan melakukan herregistrasi. Kepada peserta baru maupun lama yang telah terdaftar akan diberikan Kartu Peserta Program Studi MTI dan MTL. Hanya peserta yang terdaftar yang berhak mengikuti kegiatan pendidikan dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

 

  1. Sistem Pendidikan

Sesuai penekanan materi pendidikan dan pengajaran Program Studi MTI dan MTL, maka Sistem Kredit Semester dipandang sebagai sistem pendidikan yang paling sesuai untuk dilaksanakan pada Program Pascasarjana ITATS. Pada prinsipnya pelaksanaan kegiatan akademik mengikuti pola yang sesuai dengan peraturan berlaku. Kegiatan akademik terdiri dari kegiatan wajib dan kegiatan pilihan. Kegiatan wajib merupakan persyaratan minimal dan harus ditempuh oleh setiap peserta. Kegiatan pilihan dapat ditempuh peserta untuk memenuhi minat studi atau pengembangan keahlian khusus pendalaman maupun perluasan cakrawala serta melengkapi jumlah beban kredit yang dipersyaratkan.

 

Salah satu ciri Sistem Kredit Semester (SKS) adalah adanya kebebasan memilih jenis mata kuliah yang sesuai dengan kemampuan individual peserta. Dengan demikian, peserta yang mempunyai potensi akademik lebih tinggi akan dapat menyelesaikan studinya dalam waktu relatif lebih singkat. Dalam sistem ini, setiap kegiatan akademik diukur dengan SKS berdasarkan bobot kegiatan yang harus dilakukan peserta dengan ketentuan berikut. Untuk kegiatan kuliah, satu SKS didefinisikan sebagai satuan kegiatan akademik selama satu semester (setara 14 minggu efektif) yang setara dengan satu jam per minggu tatap muka dengan dosen, satu jam per minggu kegiatan terstruktur, dan satu jam per minggu kegiatan mandiri terkait, disertai sedikitnya satu kali ujian tengah semester dan satu kali ujian akhir semester.

 

  1. Beban Studi

Beban studi minimal yang harus diselesaikan seorang peserta adalah sebesar 72 SKS. Beban studi selanjutnya diatur dalam paket kurikulum semester yang memuat bentuk kegiatan akademik terprogram selama empat semester atau maksimal delapan semester.

 

  1. Bimbingan Akademik

Untuk setiap peserta ditetapkan seorang dosen pembimbing akademik yang berkewajiban memberikan bimbingan kepada peserta yang bersangkutan dalam menyusun program studi. Setiap awal semester, peserta wajib berkonsultasi dengan dosen pembimbing akademik dalam mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) yang memuat semua mata kuliah yang akan ditempuh selama semester yang bersangkutan dengan mengingat semua ketentuan yang berlaku.

 

  1. Sistem Penilaian

Sistem penilaian yang digunakan dalam program ini adalah Sistem Penilaian Relatif. Nilai seorang peserta akan memberikan gambaran peserta tersebut relatif terhadap kemampuan peserta yang ada di kelasnya secara keseluruhan. Dalam pelaksanaannya, kemampuan peserta dinyatakan dalam nilai A, B+, B, C+, C, D, dan E. Nilai A berbobot 4 berarti istimewa, nilai B+ berbobot 3,5 berarti sangat baik, nilai B berbobot 3 berarti baik, nilai C+ berbobot 2,5 berarti cukup baik, nilai C berbobot 2 berarti cukup, nilai D berbobot 1 berarti kuran, dan nilai E berbobot 0 berarti kurang sekali.

 

  1. Sistem Evaluasi

Evaluasi diselenggarakan secara berkala setiap semester dengan tujuan:

  1. Menilai seberapa jauh peserta dapat memahami/menguasai bahan yang diberikan
  2. Mengelompokkan peserta berdasarkan tingkat kemampuannya, dan
  3. Menilai apakah beban studi yang diberikan maupun cara penyajiannya telah sesuai seperti yang diberikan maupun cara penyajiannya telah sesuai seperti yang diharapkan.

Evaluasi diselenggarakan secara berkala, terdiri dari Evaluasi Tengah Semester (ETS) dan Evaluasi Akhir Semester (EAS). ETS sekurang-kurangnya diselenggarakan satu kali dalam satu semester. EAS diselenggarakan pada akhir semester. Jadwal penyelenggaraan ETS dan EAS disesuaikan dengan kebutuhan tiap mata kuliah.

 

  1. Sistem Evaluasi Hasil Studi

Evaluasi pada akhir masa studi dilakukan untuk menetapkan apakah seorang peserta memenuhi syarat dinyatakan lulus dan berhak memperoleh gelar Magister Teknik untuk Program Studi MTI atau MTL. Dalam evaluasi ini digunakan ketentuan bahwa hanya peserta dengan IPK (Indeks Prestasi Komulatif) > 3 yang dapat dinyatakan lulus. Jika peserta dinyatakan lulus maka kepada peserta diberikan Ijazah dan Transkrip yang memuat nilai semua mata kuliah yang telah ditempuh selama mengikuti Program.